Polisi Gerebek Gudang Pengoplos Elpiji 3 Kg di Bangka Belitung
Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung menggerebek gudang pengoplosan gas elpiji bersubsidi 3 kg ke tabung non-subsidi 12 kg di Kelurahan Sinar Baru, Sungailiat, Kabupaten Bangka pada 6 Februari 2026, amankan 164 tabung dan tetapkan pemilik usaha Fa alias Ijal (45) sebagai tersangka utama. Satu pekerja S alias Man (44) jadi saksi; praktik ilegal ini berlangsung 7 bulan rugikan negara Rp500 juta dan picu kelangkaan LPG di warung makan lokal. Operasi lanjutan dari laporan warga temukan peralatan selang, timbangan, dan truk pengangkut kosong.
Kronologi Penggerebekan
Tim Subdit I Indagsi dapat info intelijen soal truk angkut tabung kosong; lidik ke gudang curiga, temukan ratusan elpiji hijau (subsidi) dicampur ke tabung biru (non-subsidi) untuk dijual Rp150 ribu/tabung—3x harga resmi Rp20 ribu.https://physiotherapie-godesberg.com Tersangka Ijal akui untung Rp30 ribu/tabung x 500 pcs/bulan; Man cuma angkut, bebas hukum. Barang bukti pindah ke Mapolda Babel, tersangka ditahan 20 hari periksa.
Kasus mirip pengoplosan Pangkalpinang November 2025 yang sita 100 tabung.
Dampak & Modus Operandi
Pertamina Babel konfirmasi kuota aman, tapi pengoplosan ganggu 10.000 warung.
Analisis Kritis & Solusi Sistemic
Penggerebekan tepat respons keluhan warga, tapi kritik: kenapa pengoplosan endemik di Babel timur laut—subsidi elpiji Rp57 triliun nasional 2026 bocor 20% ke black market? Ilegal ini untungkan pengusaha kaya, rampas hak miskin/Warung Makan Masyarakat (WUM). Polisi efektif razia, tapi akar: kuota ketat + harga non-subsidi mahal dorong oplosan; Pertamina distribusi lemah, depot ilegal numpuk. Positif: digitalisasi NIK pembeli LPG 2026 potensial kurangi 50%, tapi butuh anggaran Rp1 T. Negatif: tersangka kambuhan tinggi—hukuman ringan vs profit Rp100 juta/bulan.
Di pulau timah ekspor no.1, elpiji langka sindir ketimpangan: kuli tambang miskin antri, pengoplos kaya raya. Polda Babel uji komitmen Prabowo era: razia intensif + reformasi kuota, atau siklus tahunan? Warga desak CCTV depot + whistleblower reward Rp10 juta.
Kembali ke Beranda.